Waduk Ciawi Rampung 2019, Aktivis Lingkungan: Segala Aspek Harus Dipikirkan


WIISIINEWS.COM | Ciawi. Rencana pembangunan dua waduk, yakni Waduk Sukamahi dan waduk Ciawi, berlokasi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, disoroti pegiat lingkungan, Asep Rendra.

Asep Rendra meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mempertimbangkan kembali pembangunan waduk seluas 187 hektar yang ditarget rampung pada 2019 mendatang.

“Segala aspek kemungkinan kedepan harus dipikirkan. Guna mengantisipasi persoalaan dikemudian hari yang tentunya akan berdampak pada masyarakat,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (13/4/2017).

Dilanjutkannya, pembangunan kedua waduk guna mengendalikan banjir bagi Ibu Kota itu, kata dia, sejatinya diselaraskan dengan kondisi lingkungan. Mengingat diwilayah tersebut merupakan kawasan hulu Ciliwung. Sehingga dibutuhkan regulasi yang disesuai dengan tatanan wilayah.

“Tentunya menjadi jaminan agar pembangunan tersebut tidak merugikan. Sesuai dengan semangatnya yaitu menciptakan solusi banjir di Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Hj. Nurhayati, saat gelar kegiatan Rebo Keliling (Boling) mengatakan bahwa mentargetkan pembangunan waduk tersebut hingga 2019 mendatang.

“Target 2019 Waduk Ciawi (Cipayung-Sukamahi) selesai, Pemerintah Kabupaten Bogor punya kewajiban memfasilitasi, jadi proses pembebasan tanah saya tugaskan camat bila ada masalah diselesaikan,” jelas Hj. Nurhayanti seperti dilansir web Pemkab Bogor Kamis (13/4).

Yanti sapaanya menambahkan, wilayah Kabupaten Bogor yang terletak di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Beperan penting dalam mengatur aliran (run off) ke Jakarta.

“Tidak hanya dalam upaya menjaga jumlah kuantitas di sepanjang sungai utama, tetapi juga kualitas air permukaan tersebut dari pencemaran lingkungan yang dapat mennghambat laju aliran sungai,” tambahnya.

Selain tempat menampung curah air, lanjutnya, Waduk itu pun akan dijadikan sarana wisata bagi umum.

sumber
http://wiisiinews.com/2017/04/13/waduk-ciawi-rampung-2019-aktivis-lingkungan-segala-aspek-harus-dipikirkan/

Post a Comment

Mohon berkomentar yang tidak menyinggung SARA. Mari bangun komentar yang konstruktif

Lebih baru Lebih lama