Virus 1.305 Warga Bogor Pengidap ODHA


METROPOLITAN.ID | Bogor. Cibinong. Kasus penularan HIV/AIDS di masyarakat Kabupaten Bogor terus meningkat. Bahkan, tak sedikit Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan kalangan para pelajar. Dari data yang dimi­liki Dinas Kesehatan (Dinkes) Ka­bupaten Bogor, ada 1.035 yang positif mengidap HIV/AIDS di Bumi Tegar Beriman ini.

Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Kese­hatan Lingkungan (P2PKL) Dinkes Kabupaten Bogor Kusnadi men­gatakan, ODHA di Kabupaten Bo­gor memang cukup tinggi. Virus HIV/AIDS ini berkembang tak hanya di kalangan ibu rumah tangga, namun sudah merebak ke kalangan pelajar. ”Awalnya terjangkit HIV/AIDS ini bisa saja karena penggunaan nar­koba atau melakukan seks bebas dengan orang yang sebelumnya sudah terjangkit serta beberapa faktor lainnya,” ujar Kusnadi kepada Metropo­litan, belum lama ini.

Untuk penularan di kalangan pelajar, diduga lantaran peng­gunaan narkoba. Sebab men­urut pria yang akrab disapa Dokter Kus ini, peredaran nar­koba memang sudah menya­sar pelajar. Atau bisa saja tak menutup kemungkinan karena sejak lahir orang tuanya sudah terkena HIV, sehingga ODHA ini ada juga yang masih duduk di bangku sekolah.

Jika HIV/AIDS ini berkembang di kalangan ibu rumah tangga, Dokter Kus mengatakan hal itu lantaran ibu-ibu rumah tangga tertular dari suaminya yang sering ‘jajan’ sembarangan atau menggunakan jarum suntik yang tak seteril. Sehingga, ibu rumah tangga terjangkit virus yang mematikan ini. Tak sedi­kit juga dari ibu rumah tangga yang terjangkit HIV/AIDS ini sedang hamil. ”Kebanyakan kasus karena ditularkan sua­minya, sehingga istrinya yang tak tau apa-apa jadi ikut ter­tular,” paparnya.

Dinkes Kabupaten Bogor akan membuka layanan untuk me­nanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Sejauh ini Dinkes sudah memiliki 29 layanan dari 40 kecamatan yang ada. Dengan adanya layanan tersebut, men­urut Kus tidak menutup kemun­gkinan pengidap HIV akan bertambah. Karena selama ini banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan dirinya lantaran malu menjadi dan sudah menjadi aib keluarga. ”1035 itu belum terdata semua, karena banyak masyarakat yang masih malu, dan dengan ada­nya layanan tersebut diharap­kan bisa menekan angka pe­nularan HIV ini,” katanya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPC Gerakan Anti Narkoba dan Psikotropika (Granat) Kabupa­ten Bogor Setyo Anugrah Pra­kasa menjelaskan, peredaran narkoba di Kabupaten Bogor memang sudah sangat mem­prihatinkan. Hal itu karena jumlah pengguna narkoba di Kabupaten Bogor sangat ting­gi. Terlebih peredaran narkoba sudah melanda para pelajar. ”Yah memang sudah sangat parah kondisinya saat ini, per­lu ada tindakan pencegahan yang sungguh-sungguh dari pemerintah maupun elemen masyarakat, agar generasi ke­depan tidak menjadi korban,” jelasnya.

Setyo juga menambahkan, Granay akan gencar melakukan sosialisasi ke sekolah hingga perguruan tinggi agar pereda­ran narkoba tidak semakin marak. Sehingga sosialisasi ini diharap­kan dapat menekan angka ODHA di Kabupaten Bogor. ”Kita mempunyai komitmen untuk memberantas narkoba, agar dampaknya tidak kepada masyarakat yang menggunakan narkoba ataupun ibu-ibu,” tan­dasnya. (mam/d/ram/run)



2 Komentar

Mohon berkomentar yang tidak menyinggung SARA. Mari bangun komentar yang konstruktif

  1. Subhanallah...semoga kita bisa menjaga anak2 kita....jangan sampai terjangkit....penyakit yg mematikan ini...aamiin

    BalasHapus
  2. Subhanallah...semoga kita bisa menjaga anak2 kita....jangan sampai terjangkit....penyakit yg mematikan ini...aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Mohon berkomentar yang tidak menyinggung SARA. Mari bangun komentar yang konstruktif

Lebih baru Lebih lama